Penjadwalan Proses dan Perintah-perintah seputar Penjadwalan

Tugas Praktikum 4 Sistem Operasi

Assalamu’alaikum. Halo again. Kita akan berkutat kembali dengan dunia Linux setelah beberapa detik yang lalu saya post mengenai manajemen proses :p.

Oke, langsung saja kita mulai bahas tuntas mengenai process scheduling. Jadi, penjadwalan proses merupakan suatu operasi yang akan menjalankan suatu proses pada waktu yang telah ditentukan/dijadwalkan. Adapun tujuan dari penjadwalan proses adalah agar proses-proses berjalan secara konkuren dan untuk memaksimalkan kinerja dari CPU (diperoleh dengan multiprogramming).

Skenario dari penjadwalan sendiri dibagi menjadi dua kondisi. Pertama adalah preemptive (p) , yaitu kondisi yang mengijinkan proses lain dieksekusi  walaupun masih ada proses yang sedang berjalan. Sedangkan yang kedua adalah non-preemptive (np) yang sekali CPU telah dialokasikan untuk sebuah proses, maka tidak bisa diganggu.

non-preemptive : running to waiting state dan terminates

preemptive : running to ready state dan waiting to ready

Lalu, ada pula algoritma penjadwalan yang terdiri dari:

-First-Come, First-Served (non-preemptive), proses yang pertama datang, akan dieksekusi terlebih dahulu.

-Shortest-Job-First, akan mendahulukan proses dengan burst time terkecil. Bisa menggunakan dua skenario, NP dan P.

-Priority

-Round-robin

-Multilevel Queue

-Multilevel Feedback Queue

Nah, selanjutnya kita akan melihat perintah-perintah yang digunakan untuk melakukan proses penjadwalan.

Crontab

Crontab digunakan untuk melakukan suatu proses pada jadwal yang teratur. Selain itu, bisa juga melihat perintah-perintah yang telah dijadwalkan dan menghapusnya.
Adapun syntax dari crontab ada sebagai berikut:
* * * * * /suatu/perintah/
Ket:
Bintang *1 merupakan jadwal dengan satuan menit (0-59)
Bintang *2 satuan jam (0-23)
Bintang *3 satuan hari/tanggal (1-31)
Bintang *4 satuan bulan (1-12)
Bintang *5 hari dari satu minggu (0-6 dimana 0 = minggu dan 6 = sabtu)
Adapula syntax khusus seperti
@reboot perintah dikerjakan setiap komputer direboot
@yearly setiap setahun sekali
@annually
@monthly setaip satu bulan
@weekly per minggu
@daily per hari
@midnight
@hourly per jam
Pada terminal, sebelum menggunakan crontab, jika belum diinstal, silahkan install terlebih dahulu. Kemudian, perintah crontab terdiri dari:
  • crontab -e
Mengedit / menambah perintah

crontab -e(1)

crontab -e(2)

  • crontab -l
Melihat daftar perintah yang sudah dijadwalkan
crontab -l
file
  • crontab -r
Menghapus seluruh proses yang dijadwalkan
crontab -r
At
perintah yang dijalankan sekali pada waktu tertentu, setelah diketikkan perintahnya tekan ctrl + D, maka perintah akan dimasukan ke antrian.
Syntax nya:
– at <waktu> PM. contoh:  at 14.40 PM
– atq
-atrm <nomer_job>
Selesai sudah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaian.
Wassalammu’alaikum.
cs.upi.edu
Sumber:
“Modul Sistem Operasi 5 Process Schedulling” Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs.

Manajemen Proses dan Perintah-perintah Proses pada Terminal Linux

Tugas Praktikum 3 Sistem Operasi

Assalamu’alaikum 😀

Kembali lagi kita, untuk membahas mengenai seputar Linux. Setelah beberapa waktu lalu, saya menjelaskan mengenai Seputar Linux dan Basic Command, kali ini saya akan membahas mengenai manajemen proses dan perintah-perintah yang berkaitan dengan proses melalui terminal Linux Deepin.

PROSES

Nah, langsung saja kita mulai. Jadi, apa itu proses?

Proses merupakan suatu program yang sedang dieksekusi (running). Dalam Linux, setiap program yang berjalan merupakan proses. Alokasi proses berupa batch, multiprogramming dan multitasking. Proses dapat diciptakan dan dapat dimusnahkan. Proses yang pertama kali diciptakan di Linux, disebut init.

Adapun, hal-hal yang dicatat ketika suatu program sedang dalam proses/running adalah:

  • program counter : variabel untuk menyimpan alamat suatu proses yang akan dieksekusi selanjutnya
  • stack / heap : tempat penyimpanan temporary data yang dibutuhkan selama program dieksekusi secara dinamis
  • data section : berisi variabel global dari suatu proses
  • text : berisi kode program nya

Kemudian, status proses terdiri dari:

  • New : pada saat proses pertama kali dibuat
  • Running : pada saat proses sedang dieksekusi
  • Waiting : proses menunggu suatu event lain (contoh: proses I/O)
  • Ready : proses siap untuk dieksekusi
  • Terminated : pada saat proses sudah selesai dieksekusi

Ada empat konsep dasar pada manajemen proses.

Multiprogramming : tugas yang running tetap berjalan hingga task tersebut melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar.

Pseudoparallelism : Eksekusi proses secara paralel pada sistem.
Multiprocessing : kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara simultan.
Distributed Processing : menjalankan semua proses secara simultan dengan komputer lainnya dan saling terhubung melalui jalur komunikasi.
Adapun operasi proses terdiri dari : penciptaan, penghancuran, penundaan, pelanjutan, mengeblok, membangunkan, menjadwalkan, dan komunikasi antar proses.
Perintah-perintah Proses
Setelah sekilas dibahas mengenai proses, selanjutnya kita akan bahas mengenai perintah-perintah berkaitan dengan proses yang dapat kita lakukan melalui terminal. Oke, berikut saya jelaskan beberapa perintah nya :
1. ps (process status)
Untuk melihat kondisi proses yang ada.
Ket:
PID -> Process ID (nomor identitas proses).
TTY -> nama terminal dimana proses tersebut aktif
CMD -> instruksi yang digunakan
1 ps
2. ps -a
Melihat proses yang baru dijalankan
2 ps -a
3. ps -au
Melihat proses yang dijalankan dan ditambahkan keterangan root
4 ps -au
4. ps -aux
Gabungan dari beberapa perintah di atas
ps -aux
5. ps -u
%CPU -> presentasi CPU time yang digunakan oleh proses tersebut,
%MEM -> presentasi system memori yang digunakan proses,
VSZ -> jumlah memori yang digunakan,
RSS (Real System Storage) -> jumlah memori yang digunakan,
START -> kapan proses tersebut diaktifkan STAT berisi S (Sleeping) dan R (Running),
COMMAND -> merupakan instruksi yang digunakan.
3 ps -u
6. ps -u (nama user)
Mencari proses yang spesifik dari user
ps -u irsyadhhs
7. top
menampilkan proses yang running
top
8. ps -eH
Menampilkan hubungan proses parent dan child
5 ps eh
9. ps -eF
Sama seperti ps -eH, hanya saja ditambah keterangan letak proses nya.
ps -eF
10. pstree
Menampilkan proses parent/child dalam bentuk pohon (dengan indentasi).
pstree
Nah, selain beberapa perintah di atas, ada juga perintah “kill %<nomor job>” atau “kill <PID>”, lalu pkill <nama_proses> atau pkillall <nama_proses>  untuk “mengahancurkan”  suatu proses, dan juga perintah renice <prioritas><PID> untuk mengubah urutas prioritas suatu proses.
Baiklah, itu beberapa pengetahuan mengani manajemen proses dan perintah-perintah yang berkaitan. Semoga apa yang disampaikan dapat memberi manfaat. Terimakasih dan mohon maaf bila ada kesalahan penyampaian.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb.
cs.upi.edu
Sumber:
header image : softpedia-static.com
“Modul SO Manajemen Proses” Tim Asisten Dosen Praktikum SO 2016
“Modul Sistem Operasi 3 Process” Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Seputar Linux dan Basic Command

Tugas Praktikum 2 Sistem Operasi

Assalammu’alaikum. Halo, kembali lagi kita di dunia yang fana blog saya ini :D. Setelah minggu kemarin kita membahas Instalasi Deepin OS yang didual-boot dengan Windows10, kali ini kita akan mengupas tuntas seputar linux dan beberapa basic command yang dilakukan via terminal linux. Untuk itu, yuk kita mulai.

Linux merupakan sebuah sistem operasi “tiruan” UNIX. Sistem ini diciptakan oleh Linus B.T pada tahun 1991. Linux ini merupakan proyek hobi yang terus berkembang hingga sekarang. Versi pertama Linux hadir pada tahun 1994 dan terus diciptakan distribusi Linux yang lain sampai saat ini.

Struktur sistem operasi, pada umumnya, terbagi menjadi tiga. Yaitu: Kernel, system library dan system utilities. Struktur ini tersimpan dalam bentuk folder. Mulai dari “/” (root), /bin, /home dan lain-lain.

Linux menggunakan antar muka yang dibangun berdasar pada command line. Adapun, kali ini kita akan mempelajari beberapa comman line tersebut. Basic command tersebut tidak perlu dipahami semua pengguna. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengerti beberapa basic command nya.

Nah, berikut ini beberapa basic command yang saya coba menggunakan terminal di Deepin OS. Untuk akses terminal, bisa langsung mencari nya di Dash Menu (“Launcher”), atau menggunakan kombinasi Ctrl+Alt+T.

1 Awal

Tampilan terminal di Deepin OS

1.pwd

Perintah ini digunakan untuk menampilkan alamat lokasi direktori kita berada. Misalnya, ketika kita pertama kali membuka terminal, kita akan berada di direktori /home/(nama user).

2 pwd

2. Cd (change directory)

Dari posisi kita sekarang, coba ketikan “cd ..”. Maka kita akan pergi ke direktori sebelumnya, dalam hal ini /home. Untuk kembali ke folder pengguna, ketikan “cd (nama direktori)”

ketikan pwd untuk memastikan kita sudah berpindah direktori.

contoh: cd irsyadhhs/

4 cd dir

3. ls

Selanjutnya, ada perintah “ls”. Perintah ini berfungsi untuk menampilkan hal-hal yang berada dalam direktori tersebut. Baik itu file maupun folder. Perintah ls ini terdiri dari:

ls = menampilkan daftar file pada folder/direktori kita berada

ls -l = menampilkan dalam bentuk list

ls -a = menampilkan daftar file termasuk file yang hidden

ls -al = menampilkan seluruh file termasuk hidden dalam format list

Selain itu, kita dapat melihat isi folder di direktori lain tanpa harus pergi ke dorektori tersebut terlebih dahulu. Caranya adalah “ls /nama direktori/”.

Contoh: ls /home/irsyadhhs/document/documentlagi/

5 ls&ls-l 6 ls-a&ls-al

4. mkdir

Lalu, ada juga perintah “mkdir”. Dengan perintah ini, kita dapat membuat folder pada direktori kita berada. Cukup ketikan “mkdir (nama folder).

Contoh: mkdir tp2

7 mkdir

5. touch

Jika tadi kita membuat folder dengan perintah “mkdir”, maka kita dapat membuat file dengan perintah “touch”.

Contoh: touch tp2.txt (format file bisa apa saja, umumnya file yang berbasis teks. Bisa *.c, *.doc dll).

8 touch

6. Nano

Setelah membuat file, kita juga bisa mengeditnya via terminal ini lho!. Caranya, ketikkan perintah “nano (nama file)”. Maka kita bisa mengedit file tersebut dengan nano text-editor.

Contoh: nano tp2.txt (jangan lupa ekstensi file nya dibawa ya!)

Dibagian bawah text-editor, ada beberapa perintah seperti replace, cut atau exit. (“^” disini artinya Ctrl. Jadi, ^X, berarti Ctrl+X)

9 nano1 10 nano2

11. cat

Nah, setelah membuat file, mengisi nya dengan nano text-editor, kita bisa menampilkan isi file yang tadi kita buat, langsung di terminal ini. Caranya, dengan menggunakan perintah “cat (nama file).

Contoh: cat tp2.txt

11 cat

12. cp

Selanjutnya, kita akan mencoba menyalin file tp2.txt di direktori yang sama dengan nama yang berbeda. Caranya, ketikan “cp (nama file yang akan disalin) (nama baru file tsb)”

Contoh: cp tp2.txt tp2-hasilcopy.txt

Ketikkan “ls” untuk melihat hasilnya.

Selain itu, kita bisa pula menyalin file tersebut ke direktori lain. Caranya hampir sama, yaitu “cp (nama file yang akan disalin) /direktori/”

Contoh: cp tp2.txt home/irsyadhhs/tp2/

Lalu, selain file, kita dapat menyalin sebuah folder juga. Perintahnya adalah “cp -r (nama folder) /direktori/”

12 cp 13 cp dir

13. mv

Selain menyalin, kita juga bisa memindahkan suatu file, atau istilah lainnya “di-cut”. Perintah yang digunakkan adalah “mv”. formatnya sama seperti perintah menyalin.

Namun, kita bisa juga menggunakan perintah mv untuk keperluan “rename”.

Contoh: mv tp2.txt tp2-renamed.txt

Maka, file tp2.txt akan berganti nama menjadi tp2-renamed.txt

14 mv

14. rm

Jika sebelumnya kita membuat folder, file, mengedit, menampilkan, menyalin dan memindahkan nya. Maka sekarang kita akan mencoba untuk menghapus kenangan mantan. Perintah yang digunakan adalah “rm” dan caranya sama seperti perintah sebelumnya.

Contoh : rm tp2-renamed.txt

15 rm

Oke, itu tadi merupakan beberapa basic command yang dapat kita lakukan di terminal linux. Selain beberapa perintah tersebut, masih ada banyak lagi perintah yang dapat dipelajari. Misalnya, ada perintah “wc (nama file)” untuk menampilkan jumlah baris, kata dan ukuran file. Adapula perintah “kill (nama program)” untuk menutup suatu program yang berjalan. Juga, kita bisa membuka suatu program dengan mengetikan nama program nya langsung. Dan masih sangat banyak perintah-perintah lain.

Nah, selesai sudah artikel ini. Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian. Terimakasih.

Wassalamu’alikum.

Sumber:

featured image : sourcedigit.com

Modul Praktikum “Struktur Sistem Operasi dan Basic Command Linux” oleh Tim Asisten Dosen Sistem Operasi 2016.

cs.upi.edu

Instalasi Sistem Operasi Linux Deepin 15.1

Assalamu’alaikum. Halo. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai Deepin OS dan juga instalasi nya yang di-dual-boot dengan Windows 10. Artikel ini dibuat, selain untuk membagikan ilmu, juga untuk memenuhi salah satu tugas praktikum mata kuliah sistem operasi.

Dikutip dari situs resmi nya, Deepin adalah distribusi Linux yang berkomitmen untuk menyediakan pengalaman yang elegan, user-friendly, aman dan stabil untuk seluruh pengguna di seluruh dunia. Deepin bukan hanya mengenai integrasi dan konfigurasi sistem operasi, tetapi juga mengembangkan beberapa aplikasi untuk keperluan sehari-hari seperti Deepin Store, Deepin Screenshot, Deepin Music, Deepin Movie, dan lainnya, bersama dengan Deepin Desktop dan Pusat Kontrol Deepin yang dibuat berbasis teknologi Qt. Deepin berfokus pada pengalaman yang user-friendly dan berdisain indah, sehingga sangat mudah untuk diinstal dan digunakan untuk sebagian besar pengguna dan dapat menggantikan Windows untuk bekerja dan bermain dengan sangat baik.

Deepin 15.1 adalah versi paling baru dari sistem operasi gratis berbasis Ubuntu ini. Deepin OS (Operating System) dapat didownload melalui situs resmi nya di http://www.deepin.org. Deepin 2014 merupakan distribusi Linux pertama yang memiliki installer dengan antar-muka sendiri.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan tahap-tahap instalasi Deepin OS yang di-dual-boot dengan sistem operasi Windows 10. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pastikan kamu sudah memiliki partisi dengan status “unallocated”. Jika belum, maka lanjutkan membaca tahap 1 ini. Untuk memiliki partisi unallocated, berikut tahap-tahapnya:
    • Klik kanan pada tombol start, pilih “Disk Management”, maka akan muncul window Disk Management gambar1
    • Pilih salah satu partisi untuk dicuri memori nya, bisa pilih partisi manapun (C/D/E), ambil saja partisi yang memiliki memori bebas paling besar (biasanya D), lalu klik kanan pada tab partisi tersebut, klik “Shrink”.gambar2
    • Tentukan berapa jumlah memori yang ingin dicuri dari partisi tersebut. Disarankan lebih dari 30GB. Namun jika ingin digunakan untuk jangka panjang, alokasikan 50-100GB sudah sangat cukup. Klik ”shrink”.
  2. Setelah memiliki partisi unallocated, selanjutnya adalah menyiapkan installer Deepin OS yang sudah dimount kedalam bootable USB atau CD/DVD. Untuk cara-cara membuat bootable USB, silahkan cari di internet. Kalian bisa menggunakan aplikasi Rufus atau yang lainnya.
  3. Setelah itu, tancapkan USB ke dalam port nya (ya iyalah), lalu masuk ke settings, dan pilih “update & security”, klik tab “recovery” dan klik “restart now” pada Advance Startup”. Sesaat restart selesai, akan muncul “blue screen” dengan beberapa opsi. Klik “use a device”. Tunggu hingga perangkat kamu menyala kembali. gambar3
  4. Komputer/laptop akan mulai memuat sistem operasi yang ada pada USB tadi. Langkah selanjutnya adalah meng-instal Deepin OS.
  5. Tahap pertama, kamu akan dihadapkan untuk memilih Bahasa yang ingin diinstal. Bisa pilih Indonesia atau English. Pilih Bahasa lain juga boleh sih kalau ngerti he he he. Klik OK. gambar4
  6. Selanjutnya, kamu diminta mengetikkan nama pengguna, nama PC, dan password. Selesai, klik next. gambar5
  7. Lalu, klik “Expert Mode” di ujung kanan atas jendela (bukan tombol “x” loh ya”.
  8. Di mode ini, kita akan membuat beberapa partisi baru. Untuk “/” (root), “/home” dan swap.gambar6
  9. Pada bagian “freespace”, klik “new partition”.
  10. Akan muncul jendela konfigurasi partisi yang baru. Pertama, kita akan membuat partisi root. Alokasikan minimal 10GB, pada bagian mount, ubah ke “/”. Biarkan yang lain tetap sama. Klik OKgambar7
  11. Selanjutnya, kembali di bagian freespace, klik new partition. Alokasikan 2-4GB. Pada bagian filesystem, ubah ke “swap” lalu klik OK. Terakhir, kembali klik new partition dari freespace, pada bagian mount, ubah ke “/home”. Alokasikan 5-10GB atau seluruh sisa dari freespace pun silahkan. lalu klik OK.  gambar8gambar9
  12. Nah, semua ritual telah selesai dilakukan. Tinggal klik “INSTALL” untuk memulai proses instalasi. Jangan lupa pastikan mode yang dipilih adalah “UEFI”. Proses instalasi akan memakan waktu 15-20 menit. Selanjutnya, sistem akan meminta restart dan password pengguna. Deepin siap disajikan, eh digunakan. gambar10

Nah, itu dia langkah-langkah menginstal Deepin OS yang di dual boot dengan Windows 10. Semoga berhasil dan terima kasih.

 

sumber:

https://www.linux.com/news/software/applications/802095-deepin-linux-a-polished-distro-thats-easy-to-install-and-use

Manual disk partitioning guide for Deepin 2014

http://www.deepin.org/aboutus.html

Life is As Short As a Time Between Adzan and Sholat. Isn’t It?

 

Beberapa hari yang lalu, di waktu libur seperti sekarang ini, kegiatan yang dilakukan adalah berbaring di tempat tidur selagi scrolling timeline Instagram. Lihat aktivitas teman-teman yang beragam. Ada yang jalan-jalan, ada pula yang hanya galau-galau-an.

Ada satu postingan dari teman saya yang cukup menyita perhatian. Foto nya bukan foto yang bikin mata sampe melotot-melotot sih. Tapi, caption foto nya bikin gemeter.

wp18116

When we’re born, Adzan is given. When we die, sholat is prayed. That’s how short life is. The time between adzan and sholat

Masya Allah. Satu paragraf ini bisa membuat saya sedikit termenung. Mengapa kita begitu sulit untuk rindu kepada Allah, padahal untuk bertemu dengan-Nya hanya modal niat, wudhu dan alat sholat.

Hidup kita hanya sepanjang seruan iqomah. Dipanggil untuk menunaikan kewajiban. Melakukan tujuan hidup yang sebenarnya.

Sulitnya sholat tepat waktu seperti merepresentasikan ke-tidak-siapan kita sebagai manusia untuk menerima kematian kelak. Selalu berpikir untuk bisa mengulur waktu dari akhir hayat. Dunia memang mengasyikan.

Hidup memang singkat. Melakukan yang terbaik memang sulit. Jika hidup hanya sepanjang kumandang iqomah, mungkin hanya Pencipta Alam yang akan selalu kita ingat.

Penuhi kewajiban, selagi iqomah masih terdengar.

 

Instagram teman : @aqilathalitha

 

Kaderisasi – Sebuah Perjalanan Hidup

Berbicara soal kaderisasi, mungkin ada sebagian orang yang masih belum paham definisi dari sebuah kata yang terdiri dari sepuluh huruf ini. Ada yang pernah melewati fase ini, ada pula yang lewat begitu saja. Kaderisasi memang bukan fase wajib untuk setiap orang. Namun, sebuah metamorphosis kehidupan, tentu akan lebih sempurna jika dilalui dengan step-by-step. Jadi,  kaderisasi merupakan sebuah fase adaptasi dari lingkungan lama ke lingkungan yang baru, sebuah aksi untuk saling menguatkan cengkraman dan saling menuntun ke arah yang seharusnya, mengingatkan yang lupa dan mencerahkan yang salah.

Makna kaderisasi jauh lebih dalam dari apa yang terlihat di permukaan. Kaderisasi bukan melulu soal meluluskan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tetapi, makna dari kaderisasi adalah sebuah perjuangan. Pihak pengkader tentu memperjuangkan pihak yang-di-kader agar mereka bisa menjadi individu yang sesuai dengan tujuan bersama. Pihak yang-di-kader pun mengorbankan waktu mereka untuk mengikuti kaderisasi ini. Karena dalam lubuk hati setiap insan terkader, kaderisasi mempunyai makna yang besar. Sebuah perjuangan.

Manfaat kaderisasi tidaklah seperti mie instan. Harum dan nikmat nya tidak akan bisa langsung terasa. Melainkan, perlu melewati pengalaman-pengalaman yang nantinya akan menjadi trigger terciumnya harum kaderisasi. Akan ada masa yang mana timbul suatu pemikiran “oh untung dulu pernah dikader”.

Mengenai manfaatnya, kaderisasi bisa menjadi wadah untuk saling mendekatkan diri dengan elemen lain di lingkungan kita. Kehidupan individualisme dalam perkuliahan, bisa diatasi dengan kaderisasi. Contohnya, kedekatan adik-kakak tingkat akan sangat terasa pasca kaderisasi terlaksana.

Selain itu, banyak ilmu baru yang disampaikan di fase hidup ini. Ilmu yang jauh lebih berharga dari duduk dalam deretan kursi kelas. Ilmu itu adalah pengalaman. Dalam perjalanan kaderisasi, dipastikan akan banyak perngalaman berharga yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Tentunya, pengalaman itu tidak akan pernah ada jika kita hanya ‘termenung’ di dalam kelas.

Manfaat lain dari sebuah kaderisasi adalah mengenal definisi sebenarnya dari suatu kebersamaan. Dengan kaderisasi, kita dapat merasakan bahwa hidup tidak akan berjalan tanpa adanya peran teman. Hidup akan selalu hitam-putih tanpa adanya rangkulan dan dekapan erat mereka. Setelah jatuh akan selalu merangkak tanpa genggaman jemari dan cengkraman tulus dari hati yang mengangkat tubuh ini. Kaderisasi mengajarkan kita kebersamaan lebih dari mata pelajaran sosiologi di kala SMA.

Satu tahun lalu, atau tepatnya 30 November 2014, saya bersama 100+ teman seperjuangan berhasil melewati fase kaderisasi ini. Ada sangat banyak hal yang kami dapat selama dikader oleh kaka-kaka tingkat yang telah berpengalaman. Harta paling berharga (dalam lingkup organisasi) adalah ketika kami saling memegang pundak satu sama lain, mengikrarkan janji sebagai elemen setia pada keluarga baru kami.

Rangkaian kaderisasi yang berjalan selama 5 bulan, begitu membekas dalam pikiran. Lelah dan linangan air mata berubah menjadi tawa dalam akhir perjuangan. Dimulai dari disambutnya kami oleh para kaka tingkat dengan keriangan mereka supaya timbul goresan senyum pada wajah ini. Berlanjut dengan pertemuan pertama dalam sebuah acara bernama “RAM Kelas” yang mengakrabkan saya dengan calon manusia komputer lain. Kaderisasi terus berjalan dengan proses mentoring, latihan kepemimpinan dan berakhir dengan pelantikan.

Mentoring mungkin adalah rangkaian yang menyebalkan. Pasalnya, tiap minggu kami harus berkumpul setelah letih seharian berkuliah. Namun, kaka mentor [Kang Ahmad Banyu—red] saya dapat membawakan proses mentoring ini menjadi sesuatu yang menyenangkan. Apalagi, teman-teman satu mentor pun semuanya saling peduli dan memotivasi untuk maju bersama. Mentoring ini berakhir dengan indah.

Pengalaman selanjutnya hadir di latihan kepemimpinan. Banyak sekali hal baru pada kegiatan ini. Misalnya, kami diajarkan bagaimana tata cara sidang yang benar. Kami pun diberikan materi mengenai aksi dan langsung mempraktekannya. Kegiatan ini sangat membekas dan meninggalkan kenangan manis.

Akhir kaderisasi digelar dengan pelantikan anggota biasa. Kaderisasi telah menelurkan jiwa-jiwa berani bersuara, jiwa yang solid dan jiwa yang bangkit untuk menegakkan kebenaran. Kaderisasi ditutup dengan gemuruh sumpah bersama. Sumpah yang terucap, menggetarkan hati setiap telinga yang mendengarkan. Mengalirkan air mata pada setiap insan yang melihatnya. Pengalaman kaderisasi ini, sungguh luar biasa.

6 bulan berlalu. Saya kembali mengucap sumpah dan janji. Namun kali ini, saya dilantik sebagai anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Komputer. Saya dipercaya untuk mengader adik tingkat saya kelak. Artinya, untuk sekali lagi dalam perjalanan hidup ini, saya berada dalam lingkaran kaderisasi. Dengan status yang lain. Sebagai pengkader.

Perasaan berada di posisi pengkader ataupun terkader tidaklah jauh berbeda. Sama halnya dengan siswa-guru, pengkader-terkader pun sama-sama belajar. Kita berjalan pada satu tujuan yang sama, memperjuangkan hal yang sama, menggapai langit yang sama. Tidak ada istilah pengkader selalu benar. Walaupun begitu, sebagai pengkader, tentu kami harus terlihat selalu benar.

Pengkader yang beberapa waktu kemarin dijalani, awalnya memang terasa seperti menjadi bagian dari event organizer. Merancang sebuah kegiatan, menarget parameter kesuksesan, mengevaluasi kegiatan untuk kemudian “menggelar” acara yang lebih baik lagi. Dan itu semua dijalani dengan rasa yang sama untuk beberapa bulan awal pengkaderan.

Hingga tiba saatnya, ketika mentoring besar diadakan, ada satu rasa kebanggaan menyeruak ketika melihat adik yang-di-kader bisa berdiri bersamaan. Terlihat kompak dan bahu membahu merangkai kesolidan. Suatu pemandangan yang setiap pengkader cita-citakan. Ketika itulah, saya percaya bahwa mengkader butuh proses. Ya, ini bukan mie instan.

Pengalaman sebagai pengkader jauh lebih berwarna dibandingkan dengan posisi terkader. Nuansa kaderisasi dijalani dengan sudut pandang yang 180° berbeda. Suatu tantangan hebat yang dibebankan pada pundak seorang [dan beberapa orang lainnya] yang belum tentu bisa memikulnya. Namun disitulah pelajaran yang didapat. Posisi pengkader membuka pandangan lain dalam hidup ini. Bahwa sesungguhnya, kita patut berdo’a, meminta untuk dikuatkan pundak sebagai penopang beban. Bukan meminta untuk diringankan beban.

Proses pengkaderan telah selesai. Kaderisasi memang sudah berakhir. Proses adaptasi sukses terjalin. Kesolidan nampak terangkai dengan baik. Namun, apa yang patut kita ambil pelajaran adalah kaderisasi tidak harus berjalan pada saat-saat tertentu. Kaderisasi bisa berjalan kapanpun, dimanapun, bersama siapapun. Kaderisasi merupakan sesuatu yang bersifat generic. Kaderisasi tidak akan pernah selesai, hanya kondisi dan pengkadernya sajalah yang berbeda.

 

Akhir paragraph ini, akan saya tutup dengan kutipan dari Mohands K. Gandhi.

Saya kira kepemimpinan dengan otot pada satu masa sangat berarti, tetapi kini yang berarti adalah merangkul orang.”

 

Kaderisasi, sebuah perjalan hidup.